Hukuman yang Tak Adil

Jumat, 27 Maret 2015

Hukuman yang Tak Adil Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku adalah siswa yang hari-harinya hampir di penuhi dengan pelajaran. Menuntut ilmu merupakan kewajibanku. Aku bersekolah di SMA N 1 PITURIAWA. Letaknya memang agak jauh dari tempat tinggalku, jaraknya sekitar 12 km dari Pangkajene. Sebenarnya di dekat tempat tinggalku, ada sebuah SMA. Tetapi aku tidak lulus pada saat pendaftaran masuk. Aku masuk di dalam daftar cadangan diurutan ke-21, dan yang masuk dari deretan cadangan yang panjang hanya tiga orang. Itulah yang menyebabkanku sekolah di tempat yang jauh.

Adzan subuh membangunkanku. Itu menandakan aku harus melaksanakan kewajibanku sebagai umat islam. Aku bergegas membangunkan keluargaku, dan pergi untuk mandi. Guyuran air yang membasahiku terasa sangat dingin. Setelah itu aku, bapak, ibu, dan adikku menunaikan ibadah sholat subuh. Aku berdo’a kepada Alloh agar aku diberikan yang terbaik disetiap hari-hariku. Kemudian aku bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Seragam yang kukenakan yaitu putih abu-abu yang terpasang ditubuhku. Asyik memang rasanya sebab celananya panjang, jadi aku nggak perlu membawa sarung ke sekolah untuk sholat dhuhur, waktu menunjukkan pukul 06.30 wita, itu aku menandakan aku harus berangkat ke sekolah.
“Bu, Rahmat mau berangkat dulu”, kataku sambil mencium tangannya.
“iya, hati-hati di jalan”, jawab ibuku.
... baca selengkapnya di Hukuman yang Tak Adil Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rumput Tetangga Selalu Kelihatan Lebih Hijau

Minggu, 22 Maret 2015

Rumput Tetangga Selalu Kelihatan Lebih Hijau Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau. Sering kita dengar peribahasa tersebut. Singkat tetapi bermakna dalam. Peribahasa yang selalu dilontarkan saat kita mulai merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki. Kiasan yang muncul saat ada perasaan iri dengan orang lain. Ungkapan yang dikatakan saat kita mulai tidak nyaman dengan segala sesuatu yang melekat dalam diri kita.

Kalau dipikir-pikir, kenapa bisa ada perasaan iri, tidak puas, tidak nyaman dalam diri kita? Mungkin jawabannya adalah sifat alami manusia yang selalu ingin lebih dibandingkan orang lain. Bagus kalau semangat lebih-nya itu diekspresikan dalam bentuk positif, karena itu akan membuat kita menjadi terlecut untuk meraih prestasi semaksimal mungkin. Tetapi kalau semangat itu adalah ekspresi negatif, maka cocoklah dengan peribahasa di atas.

Contoh sederhana. Suatu hari kita melihat garasi tetangga seberang kita yang sebelumnya kosong ada isinya. Artinya tetangga kita baru saja membeli mobil baru. Kalau kita bersemangat positif, hal itu akan menjadi lecutan semangat untuk bekerja lebih keras supaya terkumpul uan
... baca selengkapnya di Rumput Tetangga Selalu Kelihatan Lebih Hijau Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kakakku Tersayang

Rabu, 18 Maret 2015

Kakakku Tersayang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada suatu hari, aku melamun saja di sekolah. Aku ditanya oleh Shasa.
“Hey, kok melamun aja sih ada apa? Ayo main!” kata Shasa.
“Gak ah aku lagi gak mau main” kataku.
“Lho, kenapa?” kata Shasa.
“mau tau aja apa mau tau banget?” kataku sambil berlalu.
“Lho… lho. Kok begitu sih?” kata Shasa.

Setelah itu aku ke kantin untuk membeli makanan. Ternyata uangku hanya tinggal Rp.2000,- dan tidak cukup untuk membeli burger.
“Gak cukup nih neng. Harganya Rp.5000,- bukan Rp.2000,- neng.” kata bang Somad.
Tiba-tiba ada Shasa dari arah belakang.
“Nih, kurangnya cepet bikinin buat Cinta!” kata Shasa.
“Ya neng.” kata bang Somad.
“Gak usah kali Sha…” kata-kataku terputus karena Shasa mendahului.
“Sttt… udah jangan mikir begitu, tuh burgernya udah mateng!” kata Shasa.
Aku pun terkejut dengan katanya Shasa itu. Dan lalu Shasa menanyakan sesuatu kepada ku.
“Cinta, ada apa sih Cin?” kata Shasa
“Eh iya, kamu bawa bekel apa? Aku lupa aku bawa bekal hari in
... baca selengkapnya di Kakakku Tersayang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Nasib di Langit

Minggu, 15 Maret 2015

Nasib di Langit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada jaman dahulu ada seorang Jendral dari negeri Tiongkok kuno yang mendapat tugas untuk memimpin pasukan melawan musuh yang jumlahnya sepuluh kali lipat lebih banyak.

Mendengar kondisi musuh yang tak seimbang, seluruh prajuritnya gentar kalau-kalau akan menderita kekalahan dan mati sia-sia.

Di tengah perjalanan menuju medan perang, Jendral itu singgah di sebuah kuil kecil. Ia sembahyang dan berdoa meminta petunjuk para dewa.

Sedangkan prajuritnya menanti di luar kuil itu dengan harap-harap cemas.

Tak lama kemudian, sang Jendral keluar dari kuil tersebut.

Ia berteriak pada seluruh pasukannya, “Kita telah mendapat petunjuk dari langit.”

Lalu ia mengeluarkan koin emas simbol kerajaan dari sakunya. Sambil mengacungkan koin itu ke udara ia berkata,

“Sekarang, kita lihat apa kata nasib. Mari kita adakan toss. Bila kepala yang muncul, maka kita akan menang. Tapi bila ekor yang muncul, kita akan kalah. Hidup kita tergantung pada nasib.”

Jendral lalu melempar koin emas itu ke udara. Koin emas pun berputar-putar di udara. Lalu jatuh berguling-guling di tanah.
Seluruh pasukan mengamati apa yang muncul. Setelah agak lama menggelinding ke sana-kemari, koin itu terhenti.

Dan yang muncul adalah KEPALA !!!

Kontan seluruh pasukan berteriak kesenangan. “Horeeee..!!! Kita akan menang.
... baca selengkapnya di Nasib di Langit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tangan Yang Diatas

Sabtu, 14 Maret 2015

Tangan Yang Diatas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Bulan ramadhan adalah bulan yang paling di tunggu orang muslim. Bagi Farid, ramadhan tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari dia harus hidup sendiri tanpa ibunya yang telah meninggal enam bulan yang lalu, dan sekarang dia harus hidup susah di Jakarta. Baginya tak ada pilihan lain selain merantau ke Jakarta. Di kampungnya tidak ada keluarga ibunya yang peduli padanya. Keluarga ayahnya, dia tidak tahu. Ayahnya saja tidak pernah dia lihat sejak lahir. Ibunya hanya mengatakan jika dia ingin mencari ayahnya ia harus ke Jakarta.

Hidup di Jakarta memang sangat sulit. Segala Pekerjaan telah Farid kerjakan. Mulai dari bekerja sebagai kuli angkut, pelayan warteg sampai jadi buruh bangunan telah dia lakukan, tapi itu masih tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Suasana pagi Jakarta yang ramai, penuh banyak mobil yang terjebak macet, yang di dalamnya terlihat orang-orang kaya berdasi ingin menuju ke kantornya, membuat Farid merenungi nasibnya.
“Apakah aku bisa seperti mereka? kapan itu bisa terjadi? andai…”.
Lamunan Farid terhenti oleh suara beberapa pengamen yang mengamen di salah satu mobil yang terjebak kemacetan. Suara mereka tidak bagus tetapi mereka tetap di beri uang. Hal inilah yang membuat Farid enggan menjadi pengamen. Baginya apa bedanya pengemis dengan pengamen. Pengamen memang menyanyi tetapi jika suara tidak terlalu bagus dan tidak menghibur ora
... baca selengkapnya di Tangan Yang Diatas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tuhan Membawamu Kembali

Tuhan Membawamu Kembali Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dentingan halus suara piano mengalun indah. Menggelayut semu di telinga, hati dan otak Mary. Seorang lelaki yang memakai seragam putih abu-abu, membiarkan jemarinya menari di atas piano putih itu. Mengalunkan sebuah nada-nada yang indah, bahkan sangat indah.

Mario mendongakkan kepalanya dan menatap gadis yang sedari tadi berdiri di sebelahnya, menatapnya penuh arti.
Suara Mario memecah keheningan. “Gak perlu bakat untuk menjadi hebat dalam sesuatu, hanya butuh kemauan dan kerja keras. Keajaiban akan membuatmu hebat”
Mary terbungkam. Suasana hatinya kali ini sungguh bergejolak dengan jutaan amarah dan ketidak percayaan “Tapi gue beneran ga bisa Yo.”
“Ga ada yang ga bisa Ri, lo masih bisa belajar. Kesempatan itu masih ada Ri. Gue mau jemari lo yang mainin piano putih ini bukan gue.”
“Tapi Yo…”
“Demi gue Ri, demi gue.”

Mary mendekat ke arah Mario, menatapnya sungguh dalam tak butuh waktu 2 detik. Mary sudah memeluk erat Mario. Cairan hangat di pelupuk matanya sudah tumpah, tanpa di perintah. Semakin erat Mary memeluk Mario semakin kencang pula tangisannya. “Demi tuhan gue cinta sama lo Yo!! Jangan tinggalin gue please, gu
... baca selengkapnya di Tuhan Membawamu Kembali Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hachiko

Jumat, 13 Maret 2015

Hachiko Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hachiko adalah seekor anjing yang lahir di sekitar bulan November 1923 di Odate, Jepang. Ia pindah ke Tokyo, saat majikannya pindah ke sana.

Pemilik anjing itu bernama Eisaburo Ueno. Eisaburo adalah seorang tua yang tinggal sendirian di rumahnya, istrinya sudah meninggal dan anak-anaknya sudah menikah dan tidak tinggal di situ lagi. Eisaburo Ueno bekerja di sebuah universitas di dekat Tokyo sebagai seorang profesor.

Sudah sebuah kebiasaan bagi orang tua itu untuk menaiki kereta listrik di Stasiun Shibuya untuk bekerja. Ia berangkat sekitar jam 8 pagi, dan biasanya ia pulang dan tiba di stasiun itu kembali sekitar jam 5 sore.

Hachiko, si anjing itu, sangat setia menemani tuannya. Setiap pagi ia berjalan bersama tuannya menuju ke Stasiun Shibuya. Setelah ‘melepas kepergian’ tuannya, anjing itu pulang sendiri ke rumah. Dan uniknya tepat sebelum jam 5 sore, anjing itu sudah datang kembali ke stasiun untuk menjemput tuannya.

Kebiasaan ini dilakukannya setiap hari selama beberapa tahun, dan orang-orang di sekitar situ sudah mulai hapal dengan tingkah anjing (dan pemiliknya) itu. Para petugas stasiun pun selalu tersenyum ramah saat melihat anjing itu berlari-lari kecil menjemput tuannya setiap sore.

Tapi malang, pada suatu siang, Ei
... baca selengkapnya di Hachiko Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1